Bab 7: Dialog Tubuh dengan Malaikat Maut Saat Dicabut Nyawanya

Ketika ajal tiba, tubuh manusia mengalami penderitaan yang luar biasa. Malaikat Maut datang untuk menjalankan tugasnya, dan tubuh pun berbicara, memohon agar proses pencabutan nyawa ditunda. Ia mengeluhkan rasa sakit dan ketidaksiapan menghadapi kematian. Namun Malaikat Maut menjawab bahwa ia hanyalah utusan Allah yang menjalankan perintah-Nya, bukan penyebab penderitaan itu.

فقال الجسد لملك الموت: يا ملك الموت، ارفق بي، فإني ضعيف، ولا أطيق ألم الفراق.

“Wahai Malaikat Maut, perlakukan aku dengan lembut, karena aku lemah dan tidak sanggup menahan sakitnya perpisahan.”

فقال ملك الموت: إني مأمور، ولا أملك لنفسي شيئًا، وإنما أنفذ أمر الله تعالى.

“Aku hanyalah yang diperintah, aku tidak memiliki kuasa atas diriku, aku hanya menjalankan perintah Allah Ta’ala.”

Dialog ini menggambarkan betapa ruh dan jasad saling berpisah dengan berat, dan betapa kematian adalah awal dari perjalanan menuju alam barzakh. Ia menjadi pengingat bagi manusia agar tidak lalai, dan senantiasa mempersiapkan diri dengan amal baik sebelum datangnya kematian yang tak bisa ditunda.

Sumber referensi: TerjemahKitab.com
فقال الجسد لملك الموت: يا ملك الموت، ارفق بي، فإني ضعيف، ولا أطيق ألم الفراق. فقال ملك الموت: إني مأمور، ولا أملك لنفسي شيئًا، وإنما أنفذ أمر الله تعالى. ثم قال الجسد: هل لي من رجوع إلى الدنيا لأتدارك ما فاتني من الطاعات؟ قال ملك الموت: كلا، قد مضى وقتك، وانقضى أجلك، ولن تعود إلى الدنيا أبداً.