Bab 8: Setan dan Cara Mereka Merobek Iman

Bab ini menjelaskan secara mendalam tentang sifat dan tipu daya setan dalam merusak iman manusia. Setan adalah musuh nyata yang telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan anak cucu Adam dari jalan yang lurus. Mereka memiliki pasukan yang tersebar di berbagai penjuru, dengan tugas khusus untuk menggoda manusia sesuai kelemahannya.

Setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah, menyusup ke hati dan pikiran. Mereka membisikkan was-was, menanamkan keraguan terhadap kebenaran, dan mendorong manusia untuk menunda-nunda taubat. Mereka juga membuat manusia lalai dari ibadah, cinta dunia, dan merasa aman dari siksa Allah.

Disebutkan bahwa setan memiliki tujuh pintu masuk ke dalam hati manusia:

  • Pintu syahwat: dorongan nafsu yang berlebihan.
  • Pintu marah: membuat manusia kehilangan kendali dan melakukan dosa.
  • Pintu hasad: iri terhadap nikmat orang lain.
  • Pintu cinta dunia: membuat manusia lupa akhirat.
  • Pintu sombong: merasa lebih baik dari orang lain.
  • Pintu riya: beribadah untuk dipuji.
  • Pintu lalai: lupa kepada Allah dan akhirat.

Setan tidak langsung mengajak kepada kekufuran, tetapi memulai dari hal-hal kecil yang tampak sepele. Mereka membuat manusia meremehkan dosa kecil, hingga akhirnya terbiasa dan terjerumus dalam dosa besar. Mereka juga membuat manusia sibuk dengan urusan dunia, lupa akan kematian dan hisab.

Dalam bab ini juga dijelaskan bahwa setan sangat takut kepada orang yang berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak istighfar. Dzikir adalah senjata utama untuk melawan mereka. Orang yang menjaga wudhu, shalat tepat waktu, dan menjauhi maksiat akan sulit digoda oleh setan.

Penulis kitab mengingatkan bahwa iman adalah pakaian hati yang harus dijaga. Jika robek sedikit saja, setan akan memperlebar sobekan itu hingga iman tercabut seluruhnya. Maka, penting bagi setiap Muslim untuk mengenali tipu daya setan, menjaga hati dari penyakit spiritual, dan selalu memohon perlindungan kepada Allah.