Pasuruan, 2 September 2025. MASJID ANNUR— Kota Pasuruan hari ini menjadi pusat spiritual nasional dengan digelarnya Haul ke-44 KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar, ulama kharismatik yang dikenal luas karena ketawaduan dan karomahnya. Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Pondok Pesantren Salafiyah Kebonsari sejak dini hari, menjadikan haul ini sebagai momentum tahunan yang sarat makna dan spiritualitas.
Pemerintah Kota Pasuruan menetapkan libur lokal bagi ASN, Non-ASN, dan pelajar untuk memberi ruang partisipasi penuh dalam kegiatan haul. Rekayasa lalu lintas dan pengamanan terpadu diberlakukan oleh Polres Pasuruan Kota sejak Senin (1/9) pukul 05.00 WIB hingga Selasa (2/9) pukul 14.00 WIB, guna mengantisipasi lonjakan jamaah dan menjaga kelancaran acara.
Rangkaian Kegiatan Haul
Kegiatan haul tahun ini berlangsung selama lima hari, dimulai sejak 29 Agustus 2025, dengan agenda sebagai berikut:
- Khitan massal dan layanan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah
- Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
- Temu alumni IKSAS dan HIMMAH sebagai ajang silaturahmi lintas generasi
- Lailatul Hadrah (Ishari) sebagai penutup haul pada malam puncak
Ketua PCNU Kota Pasuruan, Gus H M Nailurrahman, menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar peringatan wafat, tetapi juga ajang memperkuat ikatan batin masyarakat dengan nilai-nilai keteladanan KH Abdul Hamid. “Haul ini adalah warisan spiritual yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Jamaah Menyeberang Laut Demi Haul
Salah satu kisah inspiratif datang dari 105 warga Pulau Gili Mandangin, Sampang, Madura, yang berlayar selama empat jam menggunakan dua kapal layar motor demi menghadiri haul. “Kami datang karena cinta kepada Mbah Hamid,” ujar Abdullah (52), salah satu peserta haul.
Karomah Sang Waliyullah
KH Abdul Hamid dikenal sebagai sosok waliyullah yang memiliki karomah luar biasa. Salah satu kisah yang diyakini masyarakat adalah kemampuannya untuk muncul di dua tempat berbeda dalam waktu bersamaan. Dalam sebuah riwayat, seorang ulama dari Hadramaut, Habib Baqir Mauladdawilah, pernah melihat sosok KH Hamid di Pasuruan, namun setelah diselidiki dengan ilmu batin, ternyata beliau sedang berada di Tanah Suci Mekkah. Karomah ini menjadi bukti keistimewaan spiritual beliau yang diyakini oleh banyak kalangan santri dan ulama.
Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
Wakil Wali Kota Pasuruan, Nawawi, menegaskan bahwa haul ini adalah “Gawenya orang Pasuruan” dan harus dilayani dengan strategi kolaboratif lintas sektor. Pemerintah daerah, kepolisian, komunitas NU, dan relawan bahu-membahu memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah.
Haul KH Abdul Hamid telah menjadi simbol spiritualitas, solidaritas, dan kebangkitan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Kota Pasuruan hari ini bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga saksi dari ribuan hati yang datang untuk mengenang, meneladani, dan memperkuat ikatan batin dengan sang ulama.

